Menu

Banner Juli 2017

It’s an Art Sign

Hilir mudik tamu yang memadati hall Sheraton Hotel Jakarta Gandaria City pada hari Jumat, 11 Agustus 2017 cukup membuat kami tertegun. Sepertinya apresiasi masyarakat akan karya seni terlihat cukup meningkat dari tahun ke tahun. Kali kedua Art Stage Jakarta kembali diadakan di tempat yang sama, namun antusias para pengunjung sudah terlihat sejak private viewing pukul 15.00 WIB. Sedikit berbeda dengan tahun lalu, yang dirasakan oleh kami, kala itu tamu-tamu baru mulai memadati ruangan saat mendekati waktu pembukaan pukul 19.00 WIB. 

Pendiri dan pimpinan Art Stage, Lorenzo Rudolf, menuturkan bahwa Art Stage tahun 2017 lebih memfokuskan diri terhadap penjualan karya seni. Mungkin ini menjadi salah satu pemicu banyaknya pengunjung yang hadir. Tercatat terdapat 52.240 tamu datang hingga tanggal 13 Agustus 2017. Selama tiga hari, Art Stage Jakarta 2017 memamerkan 60 galeri - 24 dari Indonesia dan 36 galeri dari mancanegara. Termasuk proyek instalasi seni spesial dari salah satu seniman dan musisi muda berbakat dalam negeri, Double Deer.

Beberapa nama galeri ternama Indonesia terlihat bersemangat dalam menunjukkan karya-karya pilihan mereka. Sebut saja D Gallerie yang menyuguhkan berbagai lukisan abstrak lansekap karya seniman asal Amerika, Micah Crandall-Bear, pada bagian depan stand mereka. Tak hanya kontemporer, Gallery Director, Esti Nurjadin, juga ingin memperlihatkan karya-karya maestro klasik dalam area “Frozen in Time” dengan menampilkan sederet koleksi dari Affandi, Basuki Abdullah, Hendra Gunawan, hingga S. Sudjojono yang terpajang menarik.

Di sisi lain, salah satu galeri muda ROH Projects, cukup menarik banyak peminat dengan mengalirkan beberapa seniman andalannya. Mulai dari instalasi seni berupa kayu, besi, dan plexi-glass kreasi Faisal Habibi; karya seni dari Chou-yu Cheng, Gregory Halili, hingga lukisan polesan Syagini.

Salah satu art-space asal Bandung, Lawangwangi, juga turut andil meramaikan Art Stage 2017 dengan mengangkat okultisme melalui karya-karya dari Eddy Susanto. Berbeda cerita dengan okultisme sebelumnya yang ditampilkan di Art Jakarta 2017, di sini sang seniman berusaha menceritakan ramalan Jawa Joyoboyo dengan pesan tersembunyi pada lukisan Leonardo Da Vinci, The Last Supper. Tulisan-tulisan yang terlukis pada tiap karyanya ini dengan cepat menyabet perhatian para pengunjung yang datang untuk melihat lebih dekat.

Sepertinya tak hanya galeri seni yang antusias dalam pameran seni asal Singapura ini, salah satu showroom furnitur Indonesia juga turut mendukung Art Stage 2017. Terlihat produk dari Minoti dari MOIE Living, yang tampil menarik pada salah satu sisi dengan karya seni Antonio S. Sinaga.

Art Stage Jakarta tahun ini banyak diisi dengan banyak rangkaian agenda pendukung. Beberapa di antaranya ialah Art Square. Terletak di atrium Gandaria City, Art Square dipenuhi oleh berbagai label yang dapat memamerkan dan menjual produk mereka serta beberapa stand pameran universitas. 

Tak ketinggalan, Art Stage tahun ini juga ingin memberikan penghargaan berupa the Indonesian Award for Authenticity, Leadership, Excellence, Quality, and Seriousness in Art dalam 13 kategori. Adapun nama-nama pemenang adalah:

Best Artist Melati Suryodarmo;.

Best Young Artist Aditya Novali;

Best Curator Enin Supriyanto;

Best Young Curator Grace Samboh;

Best Gallery and Best Young Gallery ROH Projects;

Best Art Institution IVAA (Indonesian  Visual  Art  Archive);

Best  Exhibition 17/71:  Goresan  Juang  Kemerdekan, Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia, 2-30 Agustus 2016 (Kurator: Mikke Susanto & Rizki A. Zaelani. Didukung oleh Galeri Nasional Indonesia, Sekretariat Negara R.I., BEKRAF, Mandiri Art);

Best Collector Haryanto Adikoesoemo;

Best Young Collector Tom Tandio;

Best Art Publication Martin Suryajaya, Judul Buku: Sejarah Estetika: Era Klasik Sampai Kontemporer, Penerbit: Gang Kabel dan Indie Book Corner, 2016; and S. Sudjojono, Judul Buku: Cerita Tentang Saya dan Orang-orang di Sekitar Saya Penerbit: KPG, Jakarta & S. Sudjojono Center, 2017;

Life Achievement Awards Jim Supangkat (curator), Sunaryo (artist) and Ir. Ciputra (collector);

The Bhinneka Award, a socio-politically significant award Jatiwangi Art Factory.

“Edisi kedua Art Stage Jakarta berlangsung dengan sukses, berkat kerja sama dengan industri seni Indonesia. Hubungan baik ini didasari oleh kepercayaan yang telah berkembang antara pameran dengan pelaku-pelaku seni Indonesia. Art Stage Jakarta telah sukses membangun jembatan antara Indonesia dengan dunia seni internasional yang dapat membantu mengangkat reputasi dan posisi Indonesia dalam pangsa pasar seni di Asia tenggara.” Terang Lorenzo Rudolf, pendiri dan pemimpin Art Stage. Seluruh kegiatan rangkaian acara Art Stage 2017 didukung oleh Mandiri Art dan Bank Mandiri. 

 

 www.artstage.com

Read more...

Grohe State-of-The-Art Collection

Dikenal sebagai produk sanitari kelas dunia, Grohe Indonesia hari ini melansir produk teranyar Sensia Arena untuk masyarakat Indonesia. Dirancang khusus untuk mengoptimalkan kenyamanan dan kebersihan bagi hunian pribadi Anda. Smart Shower Toilet sebutannya, dioperasikan dengan remote control serta dapat digunakan dari smart phone untuk menjadikan koleksi yang terdepan dan dapat bersaing di era digital. Sudah menjadi ciri khas dalam lini Grohe untuk terus memperkenalkan kualitas, desain, maupun dari segi tehnologi. Dalam peluncuran produk ini, kedua Iwan Dwi Irwanto sebagai Presiden Direktur PT Grohe Indonesia, dan Arfindi A. Batubara sebagai Direktur Pemasaran menegaskan, Sensia Arena merupakan perpaduan antara kenyamanan spa khas Jepang dan kecanggihan teknologi maupun desain khas Jerman. Tidak hanya vitur smart shower yang dapat diatur sesuai dengan keinginan, para konsumen dimanjakan dengan adanya vitur speaker untuk dapat memutar lagu pilihan Anda.

Read more...
Subscribe to this RSS feed